Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) kembali menyampaikan pesan Mendikdasmen yang kuat kepada para guru: pentingnya melibatkan murid secara aktif dalam tradisi lokal. Ini merupakan strategi krusial untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa dan membentuk identitas diri yang kokoh di tengah derasnya arus informasi global. Pesan Mendikdasmen ini menggarisbawahi bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada pengetahuan akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pemahaman akan warisan leluhur.
Tradisi lokal mencakup beragam bentuk, mulai dari seni pertunjukan, kerajinan tangan, upacara adat, permainan tradisional, hingga kearifan lokal dalam mengelola sumber daya alam. Ketika murid terlibat langsung dalam tradisi ini, mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengalami dan merasakan langsung nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Ini adalah metode pembelajaran yang jauh lebih efektif dalam menanamkan penghargaan terhadap budaya dibandingkan sekadar menghafal. Implementasi pesan Mendikdasmen ini memerlukan kreativitas dan inisiatif dari pihak sekolah dan guru.
Guru dapat mengintegrasikan tradisi lokal ke dalam kurikulum melalui berbagai cara. Misalnya, mengadakan proyek kesenian yang berfokus pada musik atau tarian daerah, mengundang seniman lokal untuk berbagi pengetahuan, atau bahkan melibatkan siswa dalam kegiatan komunitas adat yang relevan (dengan pengawasan yang tepat). Pendekatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar siswa, tetapi juga membantu melestarikan tradisi lokal dari generasi ke generasi. Pesan Mendikdasmen ini menjadi dorongan bagi sekolah-sekolah untuk lebih berani berinovasi.
Sebagai contoh, pada hari Kamis, 15 Mei 2025, pukul 10.00 WIB, dalam sebuah webinar yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Dirjen Dikdasmen, Bapak Dr. Cahyo Prabowo, menyampaikan pesan Mendikdasmen tersebut secara virtual kepada ribuan guru di seluruh Indonesia. Beliau menekankan bahwa kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan komunitas adat sangat diperlukan untuk mewujudkan tujuan ini.
Dengan demikian, pesan Mendikdasmen agar guru melibatkan murid dalam tradisi lokal adalah langkah strategis untuk memperkuat pondasi budaya bangsa. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat, bangga akan identitasnya, dan mampu melestarikan kekayaan budaya Indonesia.
