Dalam gulat (wrestling), pertahanan terbaik seringkali adalah serangan balik. Alih-alih hanya berfokus pada pertahanan pasif, atlet elit memiliki kemampuan luar biasa untuk Mengubah Serangan lawan menjadi serangan takedown mereka sendiri. Keterampilan ini, yang dikenal sebagai re-takedown atau counter-attack, tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pertahanan yang kuat, tetapi juga sebagai senjata taktis yang sangat efektif, memanfaatkan momentum dan energi yang dikeluarkan lawan. Mengubah Serangan lawan menjadi poin adalah cara paling efisien untuk membalikkan momentum pertandingan dan mendemoralisasi defender lawan.
Kunci utama dalam Mengubah Serangan adalah sprawl yang eksplosif dan tepat waktu. Ketika lawan meluncurkan single leg atau double leg takedown, respons pertama adalah menjatuhkan pinggul dengan cepat dan mendorong kaki Anda jauh ke belakang (sprawl). Sprawl yang sempurna tidak hanya mencegah lawan meraih kaki Anda, tetapi juga menempatkan berat badan Anda di atas punggung atau bahu lawan, membuat mereka berada dalam posisi yang sangat rentan. Pelatih dari Pusat Pelatihan Gulat Nasional (PGN) menekankan pentingnya sprawl yang dilakukan dalam waktu kurang dari 0.5 detik setelah shot lawan. Drill yang melibatkan whistle untuk memicu sprawl harus dilakukan rutin tiga kali seminggu untuk melatih reaksi secepat kilat ini.
Setelah sprawl berhasil dilakukan, proses Mengubah Serangan menjadi ofensif dimulai. Alih-alih berdiam diri di atas lawan, pemain harus segera mencari jalan untuk mendapatkan kontrol punggung (go-behind). Ini dicapai dengan menggunakan tangan untuk mengontrol pinggul lawan dan menggeser tubuh ke samping, mengunci posisi di belakang lawan saat mereka masih berlutut. Dari posisi go-behind, pemain secara otomatis mendapatkan dua poin takedown. Alternatif lain adalah teknik Front Headlock atau Chassis–Block, di mana pemain yang bertahan mengontrol leher dan lengan lawan yang masih terperangkap di bawah tubuhnya, kemudian menggunakan tekanan ke bawah untuk memaksa lawan menyentuh matras dan mendapatkan poin.
Mengubah Serangan tidak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga mental. Ini membutuhkan ketenangan di bawah tekanan dan kepercayaan diri bahwa pertahanan Anda akan berhasil. Atlet harus dilatih untuk melihat shot lawan bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai undangan untuk mencetak poin. Studi taktis yang dianalisis pada Kejuaraan Dunia Gulat (KDG) pada tahun 2023 menunjukkan bahwa atlet yang mendapatkan re-takedown di awal pertandingan memiliki tingkat kemenangan 85%, karena kemampuan serangan balik ini secara mental menghancurkan kepercayaan diri lawan untuk menyerang lagi.
