Pulau Dewata tidak hanya dikenal karena keindahan pantainya, tetapi juga karena kuatnya budaya gotong royong masyarakatnya. Semangat inilah yang baru-baru ini ditunjukkan oleh para ksatria matras dari PGSI Bali. Menyadari bahwa pasar tradisional merupakan jantung ekonomi sekaligus wajah kebersihan sebuah daerah, para atlet gulat bersama jajaran pengurus turun langsung ke lapangan dalam sebuah aksi bertajuk Pasar Bali bersih. Tanpa rasa canggung, para atlet yang biasanya beradu kekuatan ini memegang sapu, sekop, dan kantong sampah untuk membersihkan sisa-sisa limbah yang mengganggu estetika dan kesehatan lingkungan pasar.
Keterlibatan para atlet gulat dalam aksi kebersihan ini memberikan dampak visual yang sangat kuat bagi pengunjung dan pedagang pasar. Melihat sosok-sosok yang bertubuh kekar dan berprestasi mau berkotor-kotoran demi kebersihan umum memicu rasa malu sekaligus motivasi bagi warga untuk lebih tertib dalam membuang sampah. Aksi ini menunjukkan bahwa kekuatan fisik yang mereka miliki bukan hanya untuk menjatuhkan lawan di arena, tetapi juga untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam menjaga fasilitas umum. Ini adalah bentuk nyata dari pengabdian tanpa batas yang dijalankan oleh komunitas gulat di Bali.
Kegiatan turun tangan ini difokuskan pada area pembuangan sampah sementara, saluran air yang tersumbat, dan lorong-lorong pasar yang sering terabaikan kebersihannya. Dengan tenaga yang prima, para atlet mampu menyelesaikan pekerjaan yang biasanya memakan waktu lama dalam waktu yang relatif singkat. Efisiensi kerja mereka menjadi inspirasi bagi para pedagang untuk mulai mengatur jadwal kebersihan mandiri di lapak masing-masing. Melalui kegiatan kerja bakti ini, terjalin interaksi yang hangat antara atlet dan masyarakat. Para pedagang pasar merasa sangat terbantu dan memberikan apresiasi berupa dukungan moril serta doa agar prestasi gulat Bali terus meroket di tingkat internasional.
PGSI Bali menyadari bahwa citra seorang atlet tidak boleh eksklusif dan hanya terkurung di dalam gedung latihan (gym). Dengan terjun ke pasar, mereka sedang membangun jembatan emosional dengan rakyat jelata. Bali, sebagai destinasi wisata dunia, harus selalu dalam kondisi yang bersih dan asri. Jika fasilitas publiknya kumuh, maka citra pariwisata secara keseluruhan akan terdampak. Oleh karena itu, keterlibatan komunitas olahraga dalam menjaga kebersihan pasar adalah langkah strategis untuk mendukung ekonomi daerah sekaligus mempromosikan gaya hidup sehat kepada masyarakat luas yang sering berkunjung ke pasar setiap pagi.
