Dalam olahraga pertarungan seperti gulat, judo, dan MMA, proses cutting weight (penurunan berat badan ekstrem dalam waktu singkat sebelum penimbangan) adalah bagian tak terpisahkan dari kompetisi. Ini merupakan praktik yang berisiko, namun dianggap perlu untuk bertarung di kelas berat yang memberikan keunggulan fisik. Tantangan utama dalam proses cutting weight adalah bagaimana mencapai target berat badan dengan cepat sambil meminimalkan dampak negatif pada kesehatan dan performa atlet. Oleh karena itu, Manajemen Berat Badan yang ketat dan berbasis ilmiah menjadi sangat penting. Manajemen Berat Badan yang buruk tidak hanya merusak fungsi fisiologis tetapi juga dapat memicu dehidrasi parah, kram otot, dan penurunan signifikan dalam kekuatan dan daya tahan yang dibutuhkan di matras.
Proses cutting weight terbagi menjadi dua fase: fase penurunan lemak tubuh (dieting) dan fase dehidrasi cepat (water cut). Fase penurunan lemak harus dilakukan secara bertahap selama berminggu-minggu, didukung oleh Manajemen Berat Badan yang dikontrol ahli gizi. Pada fase ini, defisit kalori harus moderat (sekitar 500–750 kalori per hari) untuk menjaga massa otot sambil mengurangi lemak. Asupan karbohidrat harus dimonitor untuk menguras cadangan glikogen, yang menyimpan banyak air. Laporan dari Komite Olimpiade Kesehatan Atlet pada Oktober 2024 merekomendasikan bahwa penurunan berat badan mingguan tidak boleh melebihi 1−1,5% dari total berat badan atlet.
Fase yang paling ekstrem adalah water cut, yang terjadi 24–48 jam sebelum penimbangan (misalnya, penimbangan pada Jumat pukul 08:00). Strategi ini bertujuan menghilangkan air dan elektrolit. Awalnya, atlet akan hyper-hydrate (minum air dalam jumlah berlebihan) selama beberapa hari untuk membiasakan tubuh membuang cairan, sebelum secara mendadak menghentikan asupan air. Prosedur dehidrasi sering melibatkan sauna, mandi air panas, atau penggunaan pakaian berlapis selama latihan ringan untuk memicu keringat. Praktik ini sangat berbahaya dan harus diawasi ketat oleh tim medis. Dampak negatif dari water cut yang berlebihan adalah peningkatan viskositas darah, yang dapat membebani jantung, dan kekurangan elektrolit yang memicu kram otot yang mematikan.
Setelah berhasil melewati penimbangan, fase rehydration dan refeeding (pengisian ulang) adalah yang paling penting untuk performa. Dalam waktu 18−24 jam antara penimbangan dan pertandingan, atlet harus fokus pada pemulihan cepat. Prioritas adalah mengembalikan cairan tubuh, biasanya dengan minuman elektrolit yang mengandung natrium, kalium, dan karbohidrat. Kemudian, makanan dengan karbohidrat tinggi (seperti nasi putih, pasta, atau kentang) dikonsumsi untuk mengisi ulang glikogen otot yang terkuras. Strategi Manajemen Berat Badan yang sukses berujung pada atlet yang dapat kembali ke berat badan normal (berat badan saat bertarung) seefisien mungkin, memastikan mereka memasuki matras dengan kekuatan dan stamina penuh.
