Olahraga gulat secara tradisional identik dengan kekuatan fisik dan ketangguhan. Namun, PGSI Bali mengambil langkah progresif dan mulia dengan meluncurkan inisiatif Gulat Inklusif, sebuah program khusus yang dirancang untuk membuka peluang bagi Atlet Disabilitas (dikenal sebagai Para-Gulat) untuk berkompetisi dan berprestasi. Inisiatif ini tidak hanya memperkaya keragaman atlet di Bali tetapi juga menyoroti pentingnya akses yang setara dalam dunia olahraga. Keberlanjutan program khusus ini sangat bergantung pada strategi inovatif dalam mencari pendanaan dan dukungan.
Filosofi di balik Gulat Inklusif PGSI Bali adalah adaptasi dan pemberdayaan. Kurikulum pelatihan disesuaikan secara individual, mempertimbangkan jenis disabilitas atlet (misalnya, visual impairment atau disabilitas fisik) untuk memastikan keamanan dan efektivitas latihan. Pelatih menerima pelatihan tambahan mengenai teknik coaching yang sensitif dan spesifik untuk Atlet Disabilitas. Fokus utamanya adalah memaksimalkan sisa kemampuan fungsional atlet dan membangun kepercayaan diri mereka. Latihan intensif diberikan pada penguasaan teknik kuncian yang dapat dilakukan tanpa mengandalkan mobilitas penuh, seperti kuncian torso dan ground game yang strategis.
Aspek krusial dari keberlanjutan program khusus ini adalah pendanaan. PGSI Bali menyadari bahwa anggaran rutin dari federasi mungkin tidak mencukupi untuk kebutuhan spesifik Para-Gulat, termasuk peralatan adaptif, biaya akomodasi yang accessible, dan transportasi. Oleh karena itu, PGSI Bali telah mengembangkan strategi pendanaan ganda. Pertama, mereka aktif menjalin kemitraan dengan sektor swasta, khususnya perusahaan yang memiliki inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada inklusivitas dan olahraga. Kedua, mereka memanfaatkan daya tarik Bali sebagai destinasi internasional untuk menyelenggarakan charity event atau workshop gulat yang hasil keuntungannya didedikasikan sepenuhnya untuk Gulat Inklusif.
Pemasaran dan advokasi juga memainkan peran besar. PGSI Bali secara proaktif menggunakan media sosial dan event lokal untuk menunjukkan kisah sukses Atlet Disabilitas mereka. Kisah-kisah ini tidak hanya meningkatkan kesadaran publik tetapi juga menarik donatur individu dan organisasi non-pemerintah. Transparansi dalam penggunaan pendanaan sangat dijaga, di mana setiap donasi dikaitkan langsung dengan kebutuhan spesifik, seperti pembelian matras adaptif atau biaya perjalanan Para-Gulat ke kejuaraan nasional.
Keberhasilan program khusus PGSI Bali diukur bukan hanya dari perolehan medali, tetapi juga dari peningkatan partisipasi dan kualitas hidup Atlet Disabilitas. Melalui Gulat Inklusif, PGSI Bali menunjukkan komitmennya untuk membuat olahraga ini dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, membuktikan bahwa semangat juang gulat tidak mengenal batas fisik. Dengan sistem pendanaan yang kreatif dan manajemen program yang berfokus pada inklusivitas, PGSI Bali menetapkan standar baru untuk pengembangan Para-Gulat di Indonesia.
