Rencana untuk gelar kejuaraan gulat di ruang terbuka ini tentu memerlukan persiapan teknis yang sangat matang. Meskipun dilakukan di tempat terbuka, standar keamanan dan teknis pertandingan tetap mengacu pada peraturan internasional. Penggunaan matras khusus yang tahan terhadap cuaca serta pengaturan tribun penonton yang menyatu dengan lingkungan sekitar menjadi tantangan tersendiri bagi panitia. Kejuaraan ini tidak hanya diikuti oleh atlet lokal Bali, tetapi juga mengundang klub-klub gulat dari seluruh Indonesia dan bahkan luar negeri. Hal ini menjadikan Bali sebagai hub bagi komunitas gulat internasional yang ingin berkompetisi sambil menikmati eksotisme budaya Bali.
Lokasi pertandingan yang berada di tepi pantai yang unik memberikan nuansa psikologis yang berbeda bagi para atlet. Bertanding di bawah sinar matahari dengan hembusan angin laut menuntut ketahanan fisik yang lebih ekstra dibandingkan di dalam ruangan berpendingin udara. Namun, suasana alam ini juga memberikan energi positif dan mengurangi tingkat stres atlet sebelum bertanding. Bagi wisatawan, kejuaraan ini menjadi atraksi tambahan yang tak terduga dalam rencana perjalanan mereka. Mereka bisa melihat bagaimana kekuatan otot bertemu dengan kelembutan panorama alam, menciptakan harmoni yang hanya bisa ditemukan dalam kegiatan sport tourism yang dikelola dengan kreatif dan profesional di Bali.
Dampak ekonomi dari kegiatan ini sangat nyata bagi masyarakat sekitar. Hotel, restoran, dan UMKM di area pantai yang menjadi lokasi kejuaraan merasakan langsung peningkatan kunjungan. Bali membuktikan bahwa olahraga prestasi bisa menjadi mesin penggerak ekonomi yang efektif jika dikemas dengan konsep pariwisata yang tepat. Selain itu, melalui kejuaraan ini, Bali juga ingin melahirkan atlet-atlet lokal yang tangguh yang terbiasa bertanding dalam kondisi lingkungan yang menantang. Prestasi atlet Bali di kancah nasional diharapkan terus meningkat seiring dengan semakin banyaknya frekuensi kompetisi berkualitas yang diselenggarakan di tanah kelahiran mereka sendiri.
Ke depan, Bali memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pelatihan gulat pantai (beach wrestling) tingkat dunia. Federasi internasional sendiri sudah mulai melirik kategori ini sebagai cabang yang prospektif untuk masuk ke ajang olahraga multievent yang lebih besar. Dengan infrastruktur pariwisata yang sudah sangat mapan, Bali hanya perlu konsisten dalam menyelenggarakan acara-acara serupa untuk memperkuat posisinya. Edukasi kepada masyarakat lokal mengenai pentingnya dukungan terhadap atlet juga terus dilakukan agar setiap kejuaraan yang digelar mendapatkan apresiasi yang layak dari warga setempat sebagai tuan rumah yang ramah dan suportif.
