Gulat memiliki sejarah panjang sebagai seni bela diri yang mengutamakan kekuatan angkatan dan teknik kuncian tanpa menggunakan serangan tangan yang agresif. Banyak orang bertanya-tanya mengapa striking atau pukulan sepenuhnya dihilangkan dari kurikulum gulat amatir di seluruh dunia hingga saat ini. Alasan utamanya adalah untuk membedakan identitas gulat dengan olahraga bela diri lain seperti tinju atau karate yang fokus pada benturan. Dalam olahraga gulat, aspek teknis pergumulan darat menjadi nilai estetika yang paling utama.
Larangan terhadap serangan tangan bertujuan untuk memastikan bahwa kemenangan diraih melalui murni keunggulan teknik bantingan dan kontrol posisi di atas matras hijau. Jika striking atau pukulan diperbolehkan, maka fokus atlet akan terbagi dan esensi dari manuver kuncian yang rumit akan hilang tertutup oleh aksi kekerasan. Keamanan para atlet juga menjadi pertimbangan serius bagi organisasi internasional dalam mempertahankan aturan olahraga gulat yang bersih dari serangan fisik yang berisiko tinggi. Integritas olahraga ini terletak pada kekuatan fisik yang terkontrol.
Selain masalah keamanan, filosofi dari olahraga ini adalah menunjukkan dominasi atas lawan melalui kemampuan navigasi tubuh di ruang yang sangat sempit dan terbatas. Penggunaan striking atau pukulan dianggap sebagai jalan pintas yang mengurangi kedalaman strategi teknis yang sudah dibangun selama ribuan tahun oleh para leluhur. Di dalam olahraga gulat, seorang pejuang sejati dibentuk untuk memiliki kesabaran dan ketahanan mental saat ditekan oleh berat tubuh lawan di lantai. Kekuatan sejati ditemukan dalam ketenangan, bukan dalam ledakan amarah.
Wasit di atas matras akan bertindak sangat tegas jika melihat ada indikasi seorang pegulat mencoba melakukan serangan yang menyerupai striking atau pukulan secara sengaja. Hal ini dilakukan untuk menjaga tradisi luhur olahraga gulat sebagai kompetisi yang menonjolkan sportivitas dan kemampuan atletik manusia tanpa alat pukul tubuh yang berbahaya. Tanpa adanya gangguan dari pukulan, penonton dapat lebih menikmati keindahan teknik suplex atau takedown yang dieksekusi dengan presisi yang sangat tinggi. Tradisi ini terus dijaga demi kelangsungan nilai olahraga.
Sebagai penutup, memahami alasan di balik aturan ini akan membuat setiap atlet lebih menghargai setiap sesi latihan kuncian yang mereka jalani setiap harinya. Penghapusan striking atau pukulan justru membuat gulat menjadi salah satu olahraga yang paling menuntut secara fisik karena tidak ada momen istirahat dari kontak badan. Teruslah bangga menjadi bagian dari komunitas olahraga gulat yang menjunjung tinggi teknik dan kekuatan murni sebagai sarana untuk menggapai prestasi tertinggi. Kehormatan seorang pegulat terletak pada kemampuannya menaklukkan lawan tanpa perlu memukul.
