Perkembangan teknologi telah mengubah lanskap pendidikan secara drastis, menuntut para pendidik untuk terus beradaptasi. Di tengah perubahan ini, peran guru di era digital menjadi semakin krusial. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyoroti pentingnya guru untuk tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memahami psikologi siswa agar pembelajaran dapat berjalan efektif dan bermakna. Tantangan sebagai guru di era digital ini mengharuskan adanya inovasi dan pengembangan diri secara berkelanjutan.
Pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2024, yang mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam kunjungan kerjanya ke sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Batam, pada Minggu, 17 November 2024, menyampaikan pidato penting di hadapan 300 kepala sekolah dan guru. Beliau menekankan bahwa transformasi pendidikan tidak bisa lepas dari peran guru yang adaptif. “Menjadi guru di era digital berarti kita tidak hanya menguasai materi ajar, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu, serta memahami cara berpikir dan belajar generasi yang tumbuh bersama teknologi ini,” tegasnya.
Pentingnya adaptasi teknologi bagi guru sangat jelas. Teknologi dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan materi pembelajaran dengan cara yang lebih menarik dan interaktif, seperti penggunaan platform e-learning, simulasi virtual, atau media edukasi digital. Dengan demikian, proses belajar mengajar tidak lagi monoton, melainkan menjadi pengalaman yang lebih dinamis dan relevan dengan kehidupan siswa.
Selain adaptasi teknologi, pemahaman terhadap psikologi siswa juga merupakan aspek vital. Guru di era digital menghadapi siswa yang memiliki karakteristik berbeda; mereka adalah digital native yang terbiasa dengan informasi cepat dan interaksi instan. Memahami cara mereka belajar, motivasi, serta tantangan psikologis yang mungkin muncul akibat paparan teknologi, akan membantu guru menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan efektif. Misalnya, kemampuan guru untuk mengidentifikasi tanda-tanda kelelahan digital atau masalah konsentrasi pada siswa.
Pada 1 Januari 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan meluncurkan program pelatihan nasional bersertifikasi bagi guru, yang fokus pada integrasi teknologi pendidikan dan modul psikologi perkembangan siswa. Program ini akan diadakan secara daring dan luring di berbagai pusat pelatihan guru di seluruh Indonesia. Dengan demikian, para guru diharapkan memiliki bekal yang memadai untuk menghadapi tantangan sebagai guru di era digital, menciptakan generasi penerus yang cerdas, inovatif, dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
