Dalam dunia gulat, leher seringkali disebut sebagai benteng pertahanan terakhir yang menentukan apakah seorang pegulat akan mampu bertahan dari tekanan musuh atau tidak. Melakukan latihan kekuatan secara spesifik pada bagian ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya cedera tulang belakang yang fatal saat terjatuh. Otot leher untuk seorang atlet gulat harus memiliki fleksibilitas sekaligus kepadatan yang mumpuni agar tidak mudah cedera. Kemampuan ini sangat diperlukan guna menahan teknik jatuhan yang bisa datang dari berbagai sudut yang tidak terduga. Saat Anda dipaksa bertahan dari kuncian lawan yang kuat, kekuatan otot di area kepala dan bahu akan menjadi kunci utama agar Anda tetap bisa bernapas dan bergerak secara leluasa di matras.
Salah satu metode yang paling efektif adalah latihan bridging, di mana pegulat menahan beban tubuhnya menggunakan kekuatan kepala dan kaki dalam posisi melengkung. Latihan kekuatan ini bertujuan untuk mempertebal otot-otot di sekitar tulang leher sehingga lebih tahan terhadap tarikan dan puntiran. Memperkuat otot leher untuk tujuan fungsional sangat berbeda dengan sekadar latihan beban di gym biasa. Anda harus mampu menahan teknik cekikan atau kuncian samping (headlock) dengan cara mengeraskan otot-otot tersebut secara instan. Tanpa persiapan fisik yang matang, menghadapi kuncian lawan yang agresif akan sangat menyakitkan dan berbahaya bagi keselamatan Anda saat sedang bergulat di matras.
Selain itu, latihan isometrik menggunakan bantuan tangan sendiri atau rekan setim juga sangat disarankan untuk meningkatkan daya tahan. Latihan kekuatan statis ini membantu otot leher beradaptasi dengan tekanan konstan yang sering terjadi dalam durasi pertandingan yang lama. Memiliki otot leher untuk perlindungan ekstra akan memberikan rasa percaya diri lebih saat Anda melakukan serangan agresif. Anda tidak perlu merasa takut saat kepala terbentur atau ditekan oleh musuh, karena Anda tahu bagaimana menahan teknik tersebut dengan struktur leher yang kokoh. Namun, perlu diingat bahwa menghadapi kuncian lawan membutuhkan teknik pelepasan yang benar, bukan hanya sekadar mengandalkan kekuatan otot leher saja saat berada di matras.
Penting bagi setiap pelatih untuk menyertakan sesi pemanasan leher yang intensif sebelum memulai sesi latihan gulat yang berat. Latihan kekuatan leher harus dilakukan secara bertahap dan tidak boleh dipaksakan agar tidak terjadi kram atau tegang otot yang berlebihan. Otot leher untuk pegulat profesional adalah identitas dari ketangguhan mereka dalam bertarung di lapangan. Dengan kemampuan menahan teknik kuncian yang baik, Anda memiliki peluang lebih besar untuk melakukan escape dan membalikkan keadaan menjadi dominasi atas lawan. Jangan pernah meremehkan bahaya dari kuncian lawan yang bisa berakibat permanen jika leher Anda dalam kondisi lemah. Teruslah berlatih dengan disiplin tinggi agar performa Anda tetap maksimal setiap kali bertanding di matras.
