Proses Analisis Keseimbangan ini melibatkan pemahaman tentang bagaimana otak mengolah informasi dari telinga dalam dan mata untuk menentukan posisi tubuh dalam ruang. Bagian Otak Tengah berperan sebagai pusat integrasi sensorik yang mengatur refleks postural. Bagi atlet di Bali, melatih area ini sama pentingnya dengan melatih otot punggung. Dengan sistem keseimbangan yang tajam, seorang pegulat dapat melakukan penyesuaian mikro pada otot-otot intinya secara otomatis, sehingga mereka tidak mudah goyah meskipun ditarik atau didorong dengan kekuatan besar oleh lawan.
Ketangguhan seorang pegulat tidak hanya diukur dari seberapa kuat mereka menyerang, tetapi seberapa sulit mereka untuk dijatuhkan. Di Bali, para atlet menjalani latihan khusus yang melibatkan rotasi tubuh dan perubahan posisi kepala yang cepat untuk menantang sistem vestibular mereka. Dengan membiasakan otak menghadapi disorientasi ruang, atlet menjadi lebih tangguh saat berada dalam situasi pertandingan yang kacau. Mereka mampu mempertahankan kunci pertahanan mereka bahkan setelah melakukan gerakan berguling atau saat dalam posisi terbalik di udara.
Peran penting dari ketangguhan kognitif ini adalah kemampuan untuk melakukan pemulihan posisi secara instan. Di PGSI Bali, diajarkan bahwa kehilangan keseimbangan selama satu detik bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, refleks untuk segera menapakkan kaki kembali dengan kokoh terus diasah. Latihan di atas permukaan yang tidak rata atau latihan gulat di pasir pantai Bali sering kali digunakan untuk memaksa sistem sensorik bekerja lebih keras. Ini menciptakan profil atlet yang memiliki cengkeraman kaki yang sangat kuat dan stabilitas tubuh yang sulit ditembus.
Selain latihan fisik, faktor ketenangan mental juga mendukung stabilitas ini. Otak yang panik akan mengganggu sinyal keseimbangan yang dikirimkan ke otot. Di Bali, filosofi ketenangan dipadukan dengan latihan fisik untuk memastikan atlet tetap memiliki kontrol penuh atas tubuhnya. Dengan menjaga emosi tetap stabil, fungsi otak tengah dalam menjaga keseimbangan tetap berjalan optimal. Atlet yang tenang adalah atlet yang stabil, dan stabilitas adalah modal utama untuk memenangkan pertarungan jarak pendek yang sangat menguras tenaga.
