PGSI BALI

Semangat Dewata Juara di Arena

Sejarah Hari Guru Sedunia: Mengenang Rekomendasi UNESCO/ILO 1966

Setiap tanggal 5 Oktober, dunia memperingati Hari Guru Sedunia, sebuah momentum penting untuk menghargai peran sentral guru dalam membentuk masa depan generasi. Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa sejarah Hari Guru Sedunia berakar kuat pada sebuah dokumen krusial yang ditandatangani puluhan tahun lalu: Rekomendasi UNESCO/ILO tahun 1966. Dokumen ini menjadi tonggak sejarah dalam pengakuan hak dan tanggung jawab guru di seluruh dunia, serta penetapan standar internasional untuk profesi pendidikan.

Rekomendasi Bersama UNESCO dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) mengenai Status Guru, yang ditandatangani pada tanggal 5 Oktober 1966 di Paris, Prancis, adalah hasil dari konferensi antarpemerintah yang melibatkan perwakilan dari 76 negara dan 35 organisasi internasional. Tujuan utama dokumen ini adalah untuk menyediakan kerangka kerja global yang komprehensif mengenai kondisi kerja, hak-hak, dan tanggung jawab para pendidik. Ini mencakup aspek-aspek penting seperti persiapan awal guru, pendidikan lanjutan, perekrutan, kondisi kerja, gaji, jaminan sosial, serta hak dan kebebasan profesional. Konferensi ini berlangsung selama beberapa hari pada awal Oktober 1966, dengan diskusi intensif untuk mencapai kesepakatan mengenai setiap klausul.

Melalui Rekomendasi 1966, sejarah Hari Guru Sedunia mulai terbentuk. Dokumen ini secara jelas mendefinisikan siapa itu “guru” sebagai setiap instruktur sekolah yang bertanggung jawab atas pendidikan siswa. Penekanannya adalah pada pentingnya peran guru sebagai pembentuk karakter dan intelek, serta perlunya mereka memiliki kompetensi dan dukungan yang memadai untuk menjalankan tugas mulia ini. UNESCO dan ILO menyadari bahwa tanpa guru yang berkualitas dan didukung penuh, kemajuan pendidikan global akan sulit tercapai.

Peringatan Hari Guru Sedunia secara resmi baru dimulai pada tahun 1994, hampir tiga dekade setelah Rekomendasi 1966 ditandatangani. Keputusan ini diambil oleh UNESCO untuk mengangkat kembali isu-isu yang termuat dalam dokumen tersebut dan mendorong negara-negara anggota untuk mengimplementasikannya secara penuh. Sejak saat itu, setiap tanggal 5 Oktober menjadi kesempatan bagi berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk merayakan guru dan merefleksikan tantangan serta peluang dalam profesi pendidikan. Pada peringatan Hari Guru Sedunia tahun 2024, UNESCO meluncurkan laporan global mengenai kondisi kerja guru pasca-pandemi, menyerukan dukungan yang lebih besar.

Dengan demikian, sejarah Hari Guru Sedunia adalah cerminan dari perjuangan panjang untuk mengakui dan menghargai profesi guru. Rekomendasi UNESCO/ILO 1966 adalah fondasi yang kokoh, mengingatkan kita akan hak-hak dan tanggung jawab guru, serta pentingnya investasi dalam pendidikan dan para pendidiknya demi masa depan yang lebih baik.

Sejarah Hari Guru Sedunia: Mengenang Rekomendasi UNESCO/ILO 1966
Kembali ke Atas
MediPharm Global paito hk lotto live draw hk sdy lotto link slot pmtoto slot pmtoto hk lotto